Minggu, 22 November 2009

Sekolahku

Siang yang panas, udara yang tidak segar, di tambah angin yang bertebaran tidak sedap menghiasi halaman sekolahku di tambah lagi kondisi bangunan yang tidak mendukung. Dinding sekolah yang kebanyakan sudah jebol, lantai yang sangat kotor dan kotoran kapur tulis yang menyebar di ruangan kelas yang membuat orang tidak betah. Itulah Kondisi di sekolah kami yaitu tepatnya di Madarasah Aliyah Salafiyah Prambontergayang. Namun apa tanggapan guru,,,mereka memikirkan dirinya sendiri, tidak peduli dengan kondisi yang dialami anak didiknya. Murid mokong, malas, sering bolos seragamnya tidak dimasukan merupakan hal wajar yang terjadi di lingkungan sekolahku apalagi ditambah dengan kemalasan siswa dalam menjaga kebersihan. Apalagi kalau belum waktunya pulang mereka sudah pada pulang sendiri. Apakah itu yang dinamakan sekolah?? Dengan kondisi yang seperti itu mungkin kalian sudah mengerti bagaimana keadaan sekolah kami, yaitu tentang kedisiplinan, kesopanan terhadap guru dan yang lebih pentingnya tentang peraturan sekolah yang harus ditaati. Tapi, semua itu jauh dari kenyataan di lapangan. Emang sih Tata Tertib Sekolah sudah di buat dan di tempel di papan kelas, namun prakteknya jauh dari kata memuaskan. Apa yang harus kita lakukan, siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini, guru, murid atau kepala sekolah dan bagaimana cara menanggulanginya??Itulah yang menjadi pertanyaan besar di benak kita bersama.

Akupun ikut prihatin terhadap sekolahku, bangku yang seharusnya dipakai untuk sarana telapak menulis dipakai anak-anak untuk ngerpek, coret-coret, klotakan dll. walaupun sudah tahu kegunaanya mengapa mereka melakukan itu, tidak sadarkah mereka akan hal itu, seharusnya kesalahan kecil yang seperti itu tidak seharusnya terjadi. Disebuah yayasan Madrasah salafiyah memang diberlakukan kedisiplinan tinggi. Namun keadaan itu sedikit demi sedikit muncul dari benak hati siswa itu sendiri. Sedikit demi sedikit mereka sadar akan hal baik dan buruk terhadap sekolahnya bahkan masyrakatnya. Naluriku pun muncul untuk ikut serta membangun sekolahan yang tertib, disiplin dan aman sesuai dengan misi dan visi Madrasah Aliyah Salafiyah yang berjuang untuk membangun sekolah yang aman, tertib disipilin yang bermoralitas agama.

Itulah wacanaku pertama dari Catatn Akhir Sekolah yang aku buat di Madrasah Aliyah Salafiyah Prambontergayang. Semoga Catatan tahunan ini bermanfaat bagi kita semua, terutama kalian semua yang berstatus pelajar di MA Salafiyah Prambontergayang. Emang sih banyak siswa di sekolahku yang notabane anak petani belum bisa internetan, tapi dengan seiring kemajuan zaman sedikit demi sedikit pasti bisa buka, dan aku akan berusaha untuk mengenalkan dunia intrnet untuk teman-temanku. Bravo MA Salafiyah, maju terus,,,,go..gogogogo..........